Minggu, Maret 20, 2011

Keraton Jogja Nan Bersahaja

Letaknya berada di pusat kota Yogyakarta. Keraton merupakan tempat tinggal raja-raja Yogyakarta. Setiap hari Keraton dapat dikunjungi wisatawan mulai pukul 08.30 hingga pukul 13.30, sedangkan pada hari Jum'at Keraton buka hanya sampai pukul 11.00 saja. Sebagian wilayah Keraton digunakan sebagai museum yang menyimpan beragam barang-barang bernilai seni tinggi mulai dari batik hingga kristal-kristal pemberian raja-raja Eropa.

Keraton ini didirikan pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I di tahun 1775. Istana para Sultan Yogyakarta ini memiliki tujuh kompleks inti, yakni Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan). Keraton Yogyakarta berada diantara dua alun-alun yaitu Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan. Masing-masing alun-alun berukurang kurang lebih 100x100 meter.

photo by : @dds722



Secara keseluruhan Keraton Yogyakarta berdiri di atas tanah 1,5 km persegi. Sultan yang memimpin saat ini adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X. Harga tiket masuk tergolong murah, hanya Rp. 3.000/orang, sedangkan apabila membawa kamera dikenakan tambahan biaya sebesar Rp. 1.000.

(Cerita ini berdasarkan pengalaman mengikuti program AKU CINTA INDONESIA oleh Detikcom 2010)


Rabu, Februari 09, 2011

Mengintip Candi Kamasutra



Candi Kamasutra? Candi erotis? Julukan bagi Candi Sukuh di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini membuat saya penasaran untuk melihat langsung seperti apa arsitektur bangunan yang didirikan sekitar abad ke 15 ini. Tanpa buang waktu begitu ada kesempatan hari ini (05/10/2010), kami segera mengarahkan kendaraan ke Desa Sukuh, Kabupaten Karanganyar. Tak perlu takut tersesat karena kita dapat bertanya arah kepada warga sekitar untuk bertanya arah. Jalan masuk menuju candi yang berjarak sekitar 2 kilometer menawarkan panorama hamparan hijau kebun teh yang seperti turut menemani kami sepanjang perjalanan menuju Candi Sukuh.

Sesampainya di pelataran parkir, udara segar langsung menyambut. Maklum saja, candi ini posisinya berada di 1.186 meter di atas permukaan laut jadi dijamin bebas dari polusi. Melihat arsitektur Candi Sukuh dari jauh yang berundak-undak, saya langsung teringat dengan piramida bangsa Maya di Amerika Selatan karena bentuknya serupa tapi tak sama.

Diburu rasa penasaran, kami segera menuju loket pembelian tiket masuk di bagian depan seharga Rp 2.500 per orang. Memasuki kawasan candi, saya segera mencari tahu mengapa candi ini diberi julukan demikian. Terdapat papan informasi di depan tapi karena ingin menguak sendiri rahasia Candi Sukuh, maka saya melewatkannya. Kemudian secara tak sengaja melintasi teras pertama candi, saya cukup terkejut karena didalamnya terdapat relief di lantai yang menggambarkan kejantanan pria dan kesucian wanita yang bersentuhan. Setelah mencari tahu, ternyata simbol ini merupakan lambang kesuburan, jadi bukan bermakna yang negatif.

Memasuki teras kedua, terdapat beberapa patung yang berdiri tegak tapi tanpa kepala. Entah rusak dimakan usia atau ada tangan-tangan iseng? Nah, kemudian di teras ketiga terdapat candi induk yang sebelumnya saya lihat dari tempat parkir, dengan ornamen-ornamen berupa relief dan patung-patung di kiri dan kanannya. Pengunjung dapat memasuki candi induk dan sampai di bagian atas yang berupa bujur sangkar ini dengan menaiki undakan-undakan yang lumayan tinggi yang konon katanya di desain seperti ini karena pada jaman dahulu dipergunakan sebagai alat tes keperawanan bagi para gadis, jika selaput dara si gadis robek lalu berdarah maka dia dianggap masih perawan, tapi apabila sudah tidak perawan maka ketika menaiki undakan candi induk ini maka kain yang dikenakannya akan robek lalu lepas. Bentuk candi ini pun disebut-sebut merupakan representasi dari rahim wanita.

Sekedar info, Candi Sukuh ini merupakan candi termuda di Indonesia karena sejak runtuhnya Kerajaan Majapahit di abad ke 15 tidak ditemui lagi pembangunan candi di Indonesia. Sedikit tips, sebelum menuju candi ini yaitu agar memastikan kendaraan yang dipergunakan berada pada kondisi yang prima dikarenakan jalan masuk yang berupa kelokan, jurang dan tanjakan serta tidak meninggalkan sampah plastik atau benda-benda yang tidak dapat di daur ulang demi kelestarian dan kebersihan lingkungan Candi Sukuh. 

(Cerita ini berdasarkan pengalaman mengikuti program AKU CINTA INDONESIA oleh Detikcom, 2010)

Selasa, September 14, 2010

Horeeee! (Diterima ACI Detikcom)

Menjelang ulang tahun ke 24 yang jatuh tanggal 13 September tadi diriku mendapat sebuah kejutan besar...yaitu ternyata aku menang sebagai salah satu dari 66 peserta program Aku Cinta Indonesia garapan detikcom dimana hadiahnya jalan-jalan ke tempat-tempat wisata di Indonesia. Berdasarkan penentuan oleh pihak panitia, daerah wisata yang akan aku kunjungi adalah Jawa Tengah & DIY Yogyakarta pada tanggal 04 Oktober nanti, selama 14 hari pula!! Horeeee... senangnya diriku, secara belum pernah kesana sekalipun. Jane Kambey, teman satu kota di Samarinda, pun tercatat sebagai salah satu dari 66 pemenang. Daerah wisata yang dia dapat adalah Jakarta & Kepulauan Seribu.

Senin, September 13, 2010

B-Day

Tuhan terima kasih saya bisa merayakan ultah ke 24 saya bersama orang2 yang saya kasihi. Terima kasih pula atas segala anugerah yang luar biasa saya terima di bulan yang menakjubkan ini, salah satunya memenangkan program ACI detik.com (tentang ini saya ceritakan di lain waktu). Lindungi saya disetiap perjalanan hidup saya ya Tuhan agar jangan sampai pernah tersesat di jalan yang salah. Amin.

Jumat, Agustus 20, 2010

Ikutan Aku Cinta Indonesia Detikcom

Dalam rangka ultahnya yang ke 12, portal berita detikcom ngadain program Aku Cinta Indonesia (ACI) yang bertujuan mengajak pembacanya jalan-jalan keliling Indonesia. 66 Orang yang terjaring dalam program ini nantinya terbagi dalam 33 tim untuk menjelajah 33 pilihan wilayah wisata di Indonesia dalam waktu 2 minggu. Seluruh biaya termasuk transportasi, akomodasi dan uang saku akan ditanggung oleh detikcom. Di akhir program, tim dengan pengalaman yang paling menarik akan diganjar Rp 100 juta. Wow! Siapa yang tak tergiur!
Dan begitu tau pendaftarannya cukup simple, cuma lewat web, langsung saja diriku mendaftar. Diminta mengunggah foto wisata & sedikit bercerita wisata daerah setempat pun diriku lakukan. Foto yang kuunggah sewaktu jalan-jalan liburan lebaran tahun lalu ke Danau Bahadaq di Kampung Tering, Kutai Barat kampung halaman nenek (foto dibawah). Tunggu menunggu (sampai sempet lupa), tahu-tahu ada email yang memberitahu bahwa diriku lolos semifinal dan diminta menjawab beberapa pertanyaan agar lolos ke babak final (500 orang finalis).
Copyright © 2014 My Dream, My Life, My Journey