Jumat, Juni 26, 2015

Grojogan Sewu Nan Seru

Pintu masuk dan loket pembelian tiket Grojogan Sewu
Grojogan Sewu, salah satu air terjun ini kami kunjungi di hari ke-3 (06/10/2010) perjalanan kami melintasi Jawa Tengah hingga Yogyakarta. 
Berada di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut, kawasan wisata Grojogan Sewu di Kabupaten Tawangmangu ini menawarkan berbagai macam objek wisata untuk seluruh keluarga. Mulai dari water park anak-anak, flying fox, arung jeram mini, kolam renang dewasa hingga yang paling utama yakni air terjun setinggi 81 meter yang menjuntai dengan indah. 
Grojogan Sewu sendiri artinya air terjun seribu, namun air terjun di tempat ini tidaklah berjumlah seribu melainkan ada beberapa titik air terjun yang bisa pengunjung nikmati. 
Dengan biaya masuk seharga Rp 6.000 untuk wisatawan domestik dan Rp 19.000 untuk wisatawan mancanegara, di dekat pintu masuk pengunjung akan disambut oleh puluhan monyet ekor panjang. Setelah membayar tiket masuk, kita dipersilahkan menuruni ratusan anak tangga untuk menuju lokasi yang berada di lembah, jadi siapkan stamina sebaik mungkin. Namun pemandangan hutan yang indah dan udara yang segar menjadi obat lelah yang mujarab. 
Begitu sampai dibawah apabila ingin menjajal flying fox siapkan dana sebesar Rp 10 ribu per orang, dan arung jeram pun memiliki kisaran harga yang sama. Tips untuk pengunjung, sebaiknya dompet, kamera dan handphone disimpan di tempat yang aman agar tidak diambil oleh monyet-monyet dan siapkan stamina karena anak tangga di Grojogan Sewu totalnya 1.250 anak tangga!



(Tulisan dibuat berdasarkan pengalaman penulis mengikuti program AKU CINTA INDONESIA 2010 oleh Detik.com, beberapa informasi mungkin mengalami perubahan pada saat di re-publish di blog ini)


Main Gong di Goa Gong, Pacitan

Goa Gong dilihat dari anak tangga teratas

Goa Gong merupakan salah satu dari beberapa goa yang terdapat di Kabupaten Pacitan yan mempunyai julukan Kota Seribu Goa. Terletak di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Pacitan. Kami berkesempatan mengunjunginya pada tanggal 8 Oktober 2010 lalu. Cukup membayar tiket masuk sekitar Rp. 4.000/orang, kita berkesempatan melihat fenomena alam ini. 

Tak sabaran ingin melihatnya, kami langsung memasuki mulut goa. Rupanya goa ini sudah mendapat sentuhan manusia berupa jalan setapak dengan anak-anak tangga dan pegangan yang terbuat dari besi sehingga tak perlu takut terpeleset. Terdapat pula beberapa kipas besar untuk mengalirkan udara, namun tetap saja beberapa kali keringat mengucur karena kegerahan. Menariknya terdapat hiasan lampu berwarna-warni yang diarahkan ke stalaktit dan stalakmit guna memberikan efek spektakuler.
Stalaktit dan stalakmit yang menjuntai indah

Mengapa dinamai Goa Gong? Menurut penduduk setempat dulunya terdapat suara-suara menyerupai gong dari dalam goa. Dipertengahan jalan, pemandu kami menunjukkan stalaktit yang dapat dipukul dan mengeluarkan suara seperti gong. Satu persatu, kami pun mencobanya. Di dalam goa ini terdapat pula beberapa kolam yang dipercaya memiliki beragam khasiat.
Goa Gong ditemukan oleh dua orang warga Desa Bomo pada tahun 1924, kemudian mulai dibuka untuk umum pada tahun 1995. Jasa pemandu dan senter disediakan oleh warga setempat dengan tarif sekitar Rp 25.000. Sepulang dari Goa Gong sempatkan mampir di kios batu akik dan batu hias didekat tempat parkir, siapa tahu ada yang menarik hati dan dijadikan oleh-oleh.
Sudut Goa Gong yang temaram



(Tulisan dibuat berdasarkan pengalaman mengikuti program AKU CINTA INDONESIA 2010 oleh Detik.com)

Kemeriahan HUT Kabupaten Mahakam Ulu ke-2

Penari Hudoq sedang beraksi dihadapan penonton

Bertempat di Lapangan Sepakbola Kampung Ujoh Bilang, ibukota Kabupaten Mahakam Ulu, pada tanggal 20 Mei 2015 bertepatan dengan HUT Kabupaten Mahakam Ulu yang ke-2, digelar pertunjukan Tari Kolosal yang melibatkan ratusan penari gabungan dari berbagai SKPD, siswa SD, SMP dan SMA se-Mahakam Ulu. Ratusan penonton terdiri dari staf SKPD dan masyarakat berbaur untuk menonton pertunjukan tersebut walau matahari cukup menyengat.
Berikut adalah foto-foto yang saya jepret saat acara berlangsung.

Penari Hudoq bersiap di posisi

Penari sedang bersiap tampil

Penari perwakilan SMA Negeri 1 Long Bagun 

Tari Seraung
Salah seorang peserta Tari Perang memperagakan adegan berburu


Pemeran Dayak Warrior yang akan menyerahkan bucket bunga kepada Pj. Bupati Mahakam Ulu

Anastasia Hiyang, S.IP (Staf Dinas Prhubungan dann Pariwisata Mahakam Ulu), pemeran Dayak Princess yang menyedot perhatian penonton

Anastasia Hiyang, S.IP sedang berpose di depan fotografer dan jurnalis

Selamat Ultah Kabupaten Mahakam Ulu, semangat membangun dan sukses selalu.

Sabtu, November 12, 2011

11.11.11

Tanggal yang cantik untuk hari yang indah ini. Berderet dengan angka kembar. Ya, di hari ini banyak yang mengenangnya dengan momen-momen yang indah.
Ada yang melakukan lamaran, kelahiran bayi, opening ceremony SEA Games ke-26 di Palembang, hingga melakukan akad nikah secara live di TV ala Ustadz Solmed dan April Jasmin.
Well, apa pun itu. Semoga hari ini akan selalu dikenang dan membekas di hati masing-masing. Karena tanggal serupa tak mungkin terulang dua kali.

Kamis, Juli 14, 2011

Mampir ke Istana Gebang di Blitar


Pada saat kami sampai di Blitar (07/10/2010), salah satu tujuan kami mengunjungi rumah orang tua Bung Karno yang memiliki nama lain Istana Gebang. Letaknya tak terlalu jauh dari makam Bung Karno, lokasinya berada di Jl. Sultan Agung No.69, Blitar. Disinilah Presiden RI pertama ini tinggal pada masa remajanya.
Di ruang tamu terdapat berbagai kursi tamu terbuat dari rotan. Berbagai macam lukisan dan koleksi benda-benda antik menghiasi ruang tamu hingga ruang tengah. Sedangkan di bagian belakang terdapat rumah para penjaga dan sebuah garasi berisikan Mercedes Benz 190 berwarna hitam yang katanya sering digunakan oleh Bung Karno. Di sisi kanan rumah terdapat balai kesenian yang dulu sering digunakan untuk pementasan seni. Setiap tahunnya rumah ini selalu ramai dikunjungi masyarakat pada saat peringatan haul (peringatan wafatnya) Bung Karno yang biasanya digelar mulai 19-21 Juni.

(Berdasarkan pengalaman mengikuti program AKU CINTA INDONESIA 2010 oleh Detikcom)
Copyright © 2014 My Dream, My Life, My Journey